Digital Partner

Digital Distraction: Seni Mengalihkan Isu di Era Media Sosial

Di era digital, informasi mengalir dengan sangat cepat. Setiap detik, jutaan konten baru muncul di timeline media sosial, dari berita politik, hiburan, gosip selebriti, hingga meme yang viral. Arus informasi ini menciptakan ruang yang penuh perhatian sekaligus rawan manipulasi. Salah satu fenomena yang sering terjadi adalah digital distraction atau seni mengalihkan isu melalui media sosial.
Apa Itu Digital Distraction?
Digital distraction adalah strategi untuk menggeser fokus publik dari suatu isu penting ke isu lain yang dianggap lebih ringan, sensasional, atau menghibur. Praktik ini banyak digunakan oleh aktor politik, media, bahkan brand yang ingin menjaga citra.
Contohnya, ketika muncul kasus besar yang berpotensi merugikan pihak tertentu, secara bersamaan bisa saja muncul tren lain yang lebih cepat viral, membuat publik melupakan isu utama.

Bagaimana Cara Kerja Pengalihan Isu di Media Sosial?

1.Menciptakan Konten Viral - Menggunakan meme, video singkat, atau topik hiburan yang lebih mudah menyedot perhatian publik.
2.Menggunakan Influencer & Figur Publik - Postingan dari tokoh besar mampu menggeser fokus audiens dalam hitungan jam.
3.Trend Jacking - Mengaitkan diri dengan topik yang sedang naik agar isu lain terkubur.
4.Memanfaatkan Algoritma - Algoritma media sosial cenderung mengutamakan konten yang cepat mendapat interaksi, sehingga isu besar bisa terkalahkan oleh hal-hal remeh tapi viral.

Dampak Digital Distraction

Positif: Bisa menjadi strategi komunikasi untuk meredam konflik atau mengurangi kepanikan publik.
Negatif: Bisa mengaburkan isu penting, menurunkan kualitas diskusi publik, dan membentuk opini yang bias.

Mengapa Publik Mudah Teralihkan?

Ada beberapa faktor yang membuat strategi ini efektif:
- Overload Informasi: Terlalu banyak berita membuat publik hanya fokus pada yang paling menarik.
- Psikologi Audiens: Topik hiburan lebih disukai dibandingkan isu serius.
- Budaya “Viral First”: Orang lebih peduli membagikan sesuatu yang lucu atau mengejutkan ketimbang kritis terhadap isu besar.

Bagaimana Kita Bisa Lebih Kritis?

1.Periksa Sumber – Jangan hanya percaya pada konten viral.
2.Bedakan Hiburan dan Fakta – Mana yang penting, mana yang sekadar tren.
3.Ikuti Media Independen – Jangan hanya mengandalkan timeline media sosial.
4.Sadari Pola – Jika isu penting tiba-tiba tenggelam, mungkin ada digital distraction yang sedang dimainkan.

Konsultasi / Hubungi Kami :
Whatsapp : 0823-3161-6746
Email : cs@digitalpartner.id

❰ BACK

Digital distraction adalah bagian dari strategi komunikasi modern yang semakin sering digunakan di era media sosial. Di satu sisi, ia bisa menjadi cara meredam isu, tetapi di sisi lain bisa membahayakan kualitas demokrasi dan kesadaran publik. Oleh karena itu, sebagai pengguna media sosial, kita perlu lebih kritis dalam memilah mana informasi penting dan mana sekadar pengalihan.